UMKM Harus Tetap ‘Hidup’, Banyak Pekerjaan Menuju Roma

UMKM Harus Tetap 'Hidup', Banyak Pekerjaan Menuju Roma

VIVA   –  Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebut sekitar 15, 2 persen atau 29 sebab 190 juta warga Indonesia menjalani pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi Virus Corona COVID-19.

Pada tingkat tim ada sekitar 24, 5 komisi warga menyatakan ada anggota keluarganya, baik yang bekerja di daerah formal dan informal, terkena PHK akibat pandemi ini.

Survei tersebut digelar dengan memasang metode wawancara telepon terhadap 2. 211 responden yang terpilih melalaikan metode random sampling pada 22-24 Juli 2020. Margin of error survey diperkirakan 2, 1 komisi. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani lalu memberi mencontoh pada sektor formal.

“Data yang ana terima dari sejumlah asosiasi pada bawah Kadin, terdapat 6, 4 juta orang pekerja yang terdampak. Tapi, sebagai catatan, kebanyakan pekerja di sektor formal itu tak di-PHK, tapi dirumahkan. Karena, perusahaan tidak berproduksi lagi dan tidak mampu membayar para pekerjanya, ” kata dia, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Rosan selalu mengusulkan agar bantuan sosial (bansos) diubah menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Dengan BLT, masyarakat mampu menerima uang dan membelanjakannya di warung-warung sekitarnya. Dengan begitu, UMKM bisa bergerak dan daya beli masyarakat lebih bagus lagi.

“Kalau bansos, barangnya sudah ditentukan dan itu pun diambil hanya dari perusahaan-perusahaan besar. Trickle effect-nya ke warung-warung kecil & rumah makan-rumah makan kecil tidak ada. Sebaliknya, dengan BLT diharapkan bisa mendorong ekonomi di kalangan masyarakat, ” jelas dia.

Menurut Rosan, pelaku UMKM yang meminta buat direstrukturisasi di perbankan berdasarkan bahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai Rp550 triliun dari total hampir Rp1. 100 triliun. Artinya sudah 50 persen yang terdampak pandemi.

Bahkan, survei Asian Development Bank (ADB) juga membuktikan bahwa UMKM yang berhenti seketika karena akibat COVID-19 totalnya 48, 4 persen dari 60 juta. Karena itu, program pengaman jaringan sosial harus benar-benar diutamakan buat dijalankan bagi kelompok yang terdampak pandemi.

“Kalau itu terlalu lama lapar, bisa ribut. UMKM harus dinyalakan lagi secara memberikan bantuan modal kerja, memikirkan nafas mereka rata-rata lebih hina dibandingkan dengan perusahaan menengah ke atas, ” ujarnya, mengingatkan.