Tumbuh di Luar Angkasa, Astronot Bahan Coba Bercocok Tanam

Tumbuh di Luar Angkasa, Astronot Bahan Coba Bercocok Tanam

VIVA   –Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) kembali melakukan rutinitasnya, mengirim astronot ke luar angkasa menggunakan pesawat buatan SpaceX.

Meski demikian, penerbangan luar udara yang dilakukan kali ini hendak menjadi berbeda dari biasanya. Ini terjadi lantaraa para awak akan memulai beberapa eksperimen baru, serta tak terbayangkan sebelumnya.

Melansir dari situs Space, Sabtu 14 November 2020, beberapa hal yang akan dilakukan para astronot Crew-1, yakni mulai dari menguji mikroba yang bisa menghancurkan batuan, serta melakukan tes bagian-bagian penting untuk pakaian antariksa di masa pendahuluan, serta eksperimen anak sekolah.

Uji jika yang dilakukan dalam penerbangan kala ini berkaitan dengan fisiologi makanan. Mengambang dalam jangka lama dalam luar angkasa bisa mengubah sistem kekebalan.

Dari percobaan fisiologi makanan tersebut, nantinya bisa diketahui perubahan pola makan para-para astronot. Dengan cara ini juga, akan didapat informasi untuk nantinyanya mengubah atau bahkan meningkatkan ideal makan di luar angkasa, mengikuti kesehatan awak pesawat luar udara tersebut.

Selain itu, percobaan berikutnya bernama Genes in Space-7. Finsam Samson dan Yujie Wang dari Troy High School, Michigan menjadi pemenang pada perlombaan Genes in Space. Mereka bakal mempelajari berubahnya fungsi otak masa astronot berada di luar udara.

Tak kalah penting adalah melakukan uji coba pakaian Antariksa. NASA diinformasikan telah menyiapkan pakaian yang itu sebut dengan Exploration Extravehicular Mobility Unit (xEMU), yang memanfaatkan uap air untuk menjaga suhu tetap ideal selama berada di asing angkasa.

Crew-1 serupa akan bercocok tanam melanjutkan pengkajian sebelumnya dengan menanam selada, kembang dan tanaman lainnya. Pesawat tempat angkasa Cygnus Northrop Grumman sudah mengirim benih lobak ke ISS dan akan ditanam oleh para astronot.

Astronot NASA di masa depan akan menggunakan tanaman tersebut sebagai bahan sasaran mereka. Lobak diketahui sangat berguna karena memiliki gizi yang luhur dan kemampuannya yang bisa lahir dengan cepat.

Astronot juga akan mengamati mikroba yang mampu berinteraksi dengan batuan jadi bagian dari percobaan BioAsteroid, dengan akan dirilis pada 2 Desember mendatang.

Di zaman depan, penelitian ini bisa menjunjung kehidupan manusia di bulan, memecah batuan menjadi tanah untuk digunakan bercocok tanam hingga mengekstraksi mineral dari batuan.

Baca juga: Ditemukan Virus Baru dalam Dunia Medis, tapi Gak Menyerobot Manusia.