Topan Tropis Seroja Terkuat Kedua Setelah Kenanga

35209-siklon-tropis-seroja-1

Suara.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, Topan Tropis Seroja yang melintasi Nusa Tenggara Timur merupakan yang terkuat kedua setelah Topan Tropis Kenanga.

Siklon Tropis Seroja memiliki kecepatan maksimum (70 kt / 971 mb), sedangkan dibandingkan dengan Siklon Tropis Kenanga memiliki kecepatan maksimum (100 kt / 942 mb).

“Topan Tropis Seroja memang terkuat kedua sejak 2008, setelah Topan Tropis Kenanga di selatan Jawa,” kata Miing Saepudin, Koordinator Divisi Peringatan Dini dan Prediksi Cuaca dalam diskusi online Bencana Hidrometeorologi di NTT akibat Topan Seroja. sedang dipantau dari Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Miing menjelaskan, sejak 2008 pihaknya telah memantau 10 siklon tropis yang berada dalam jangkauan Tropical Cyclone Early Warning Center (TCWC) dari Jakarta. Topan Kirrily, Cempaka, Dahlia, Lili, Seroja termasuk di antara yang memiliki dampak yang cukup kuat. Kebanyakan siklon terbentuk dari April-Mei hingga November-Desember.

Baca juga:
Hati-Hati! BMKG Prediksi Potensi Hujan Lebat Terjadi di Jawa Tengah

“Angin topan seroja sejak semai semai menyebabkan curah hujan yang cukup ekstrim. Curah hujan lebih dari 300 mm sehari, curah hujan dalam sebulan yang turun dalam satu hari sehingga menyebabkan banjir, longsor,” kata Miing.

BMKG juga mengamati bahwa Siklon Tropis Seroja merupakan yang terpanjang dalam siklus hidupnya, dan rutenya terpanjang yaitu dari NTT hingga Australia Barat Daya.

Miing menuturkan, banyak siklon tropis yang melewati wilayah Indonesia, khususnya di NTT, terbentuk pada April lalu. Oleh karena itu, Miing menyerukan kewaspadaan Siklon Tropis di Indonesia Selatan antara November-Mei, dengan tingkat insiden yang lebih tinggi terjadi pada bulan April, Mei, November dan Desember.

“Kemudian tantangan lain terkait pengurangan risiko siklon tropis adalah meningkatkan pemahaman dan respon masyarakat terhadap informasi serta meningkatkan infrastruktur lingkungan dalam menghadapi bencana,” kata Miing. [Antara]

Baca juga:
Gempa Gempa Berkekuatan 3.5 Sabang, BMKG: Getarannya terasa nyata