Tekak dan Tanah Seberat 0, 5 Kg Ini Harganya Ratusan Juta Rupiah

Tekak dan Tanah Seberat 0, 5 Kg Ini Harganya Ratusan Juta Rupiah

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

VIVA   –  Badan Antariksa serta Penerbangan (NASA) baru saja membeli hak atas empat sampel Kamar, yang akan dilakukan di era depan seharga US$25. 001 ataupun Rp353 juta.

Dilansir dari situs Space , Jumat, 4 Desember 2020, agensi asal negeri Paman Sam itu telah sepakat dengan 4 perusahaan yang akan mengumpulkan akik dan tanah di Bulan kira-kira tahun ke depan.

Kontrak tersebut dirancang guna menyelenggarakan ekstraksi, penjualan dan penggunaan sumber daya di luar Bumi untuk memperluas jejak manusia.

“Kami pikir penting untuk menetapkan preseden yang mampu diekstraksi oleh entitas sektor preman, mengambil sumber daya ini, & NASA dapat membeli dan memanfaatkannya untuk mendorong era dinamis terakhir dari pengembangan publik dan swasta, dalam eksplorasi bulan dan kemudian ke Mars, ” kata Eksekutif NASA, Mike Gold.

Agensi belum membuat rencana tentang pengambilan sampel tersebut, tidak nyata juga apakah itu akan dibawa ke Bumi atau tidak. NASA sendiri sudah memiliki 342 kg batu bulan dari misi Apollo.

Pendanaannya sangat rendah karena NASA hanya membayar buat materi yang dikumpulkan, tanpa menunaikan tagihan untuk pembiayaan perusahaan.

Masten, ispace Europe dan Lunar Outpost, berencana untuk mengumpulkan sampel di daerah kutub selatan Bulan, di mana ketiganya ingin mendarat pada 2023.

Hakuto-R akan mengumpulkan sampel dari Lacus Somniorum, sebuah situs di sisi timur bahar dekat Bulan, setelah pendaratan yang direncanakan pada tahun 2022.

Masten akan menggunakan pendarat XL-1, ispace Eropa akan menyandarkan pendarat Hakuto-R dan Lunar Outpost tampaknya akan menumpang kapal Blue Moon milik Blue Origin.

Setiap set sampel akan memiliki berat antara 1, 8-18 ons. Keempat perusahaan tersebut akan memberikan citra sampel, serta bukti yang mengidentifikasi di mana contoh tersebut dikumpulkan.