PSBB Ketat di Jakarta, Polisi Menimbulkan Gojek dan Grab Berperan Rajin

PSBB Ketat di Jakarta, Polisi Menimbulkan Gojek dan Grab Berperan Rajin

VIVA   –  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat selama dua pekan ke depan, yang dimulai pada Senin hari itu, 14 September 2020. PSBB saat ini lebih mengetatkan beberapa sektor.

Kendati demikian, Pemprov DKI Jakarta masih mengizinkan operasional ojek online atau ojol dengan syarat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 lebih besar.

Baca: Jakarta Siap-siap PSBB Total, Gimana Nasib Ojol

Menanggapi hal ini, Dirlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo meminta seluruh perusahaan ojek online seperti Gojek dan Grab untuk menerapkan teknologi geofencing untuk mencegah ojol berkerumun atau berhenti lebih dari 5 orang di satu lokasi.

“Perusahaan aplikasi (Gojek dan Grab) wajib menerapkan teknologi geofencing supaya driver yang berkerumun pada satu bercak lokasi tidak mendapatkan perjalanan. Berarti, driver diberi sanksi pelanggaran. Jadi, mau enggak mau mereka dipaksa menyebar, ” kata Sambodo di Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Senin, 14 September 2020.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta nantinya akan mengevaluasi kebijaksanaan tersebut 3 hari setelah implementasi PSBB ketat. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengaku, khusus untuk ojek online (ojol), telah melibatkan peran aplikator atau Gojek dan Grab.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga turut melibatkan personel TNI/Polri dan Satpol PP dalam kegiatan pengawasan PSBB selektif tersebut.

“Di sini menjadi penting karena kami simpulan bahwa keunggulan ojek online (ojol) itu ada di teknologi informasi. Jadi, kami berharap mereka (Gojek dan Grab) mengingatkan para driver-nya supaya tidak berkerumun lebih daripada 5 orang, ” tegas Syafrin.

Untuk diketahui, di dalam PSBB kali ini, aturan buat ojol memang berbeda dengan PSBB ketat sebelumnya. Dalam PSBB teliti pertama, ojek online (ojol) dilarang mengangkut penumpang dan hanya diperbolehkan mengangkut makanan atau barang.