Geger Ditemukan Paku Besi untuk Menyusul Yesus Kristus

Geger Ditemukan Paku Besi untuk Menyusul Yesus Kristus

VIVA   –  Dua buah paku besi era Romawi Purbakala yang terkorosi diyakini digunakan buat menyalip Yesus Kristus bikin kacau. Sebuah studi baru menyebutkan kalau penelitian ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang asal muasal paku berumur dua ribu tahun tersebut.

Analisa baru menunjukkan bahwa paku besi telah hilang dari makam Imam Besar Yahudi Kayafas, yang dilaporkan menyerahkan Yesus Kristus kepada orang Romawi untuk dieksekusi di tiang salib. Adanya potongan kayu dan tulang inilah menunjukkan bahwa kedua paku ini kemungkinan besar dipakai untuk proses penyaliban.

Baca: Istana Megah Kerajaan Yahudi 2. 500 Tahun di Yerusalem Bikin Gempar

Ahli geologi Israel, Aryeh Shimron, penulis utama penelitian yang diterbitkan pada Juli 2020 di Jurnal Archaeological Discovery, mengatakan kaitan antara Kayafas dengan bukti terbaru tidak membuat temuan ini secara mutlak benar bahwa paku besi dimanfaatkan untuk menyalibkan Yesus Kristus dalam Yerusalem pada 33 Masehi.

“Saya tentunya tidak ingin mengatakan bahwa dua paku besi ini berasal dari salib semak milik Yesus dari Nazareth. Tapi, apakah itu benar paku lantaran penyaliban? Sangat mungkin, ya, ” kata Shimron kepada Live Science , Selasa, 3 November 2020.

Di dalam kesempatan yang sama, Israel Hershkovitz, seorang antropolog terkenal dari Tel Aviv University, Israel, menerima dua buah paku besi dalam tempat tanpa tanda dari koleksi Nicu Haas, seorang antropolog Israel yang meninggal dunia pada 1986.

Menurut Otoritas Barang Antik Israel (IAA), Haas memperolehnya dari sebuah makam yang digali pada 1970-an. Akan namun, IAA tidak tahu dari kuburan mana paku besi itu datang, dan tidak ada catatan mengenai asalnya yang pernah ditemukan.

Namun, dalam film dokumenter kontroversial pada 2011 berjudul “Kuku Salib”, pembuat film dan jurnalis Simcha Jacobovici mengatakan bahwa paku besi itu adalah yang habis dari makam Kayafas – dan bahwa imam besar mungkin ngerasa sangat bersalah tentang penyaliban Yesus Kristus, sehingga ia menyimpan paku sebagai kenang-kenangan.

Meski begitu, penelitian terbaru itu sangat spekulatif. Akan tetapi, Shimron, seorang ahli geologi yang berbasis di Yerusalem yang pensiunan dari Survei Geologi Israel, mengatakan studi anyar tersebut memberi bobot pada ide-ide dokumenter tersebut.

Ia belum mempelajari dua paku tukul yang menjadi subjek film dokumenter Jacobovici pada 2011, kendati dirinya terlibat dalam studi pada 2015 yang terkait dengan film dokumenter kontroversial Jacobovici tentang arkeologi Yesus Kristus.

Para pelaku yang melebarkan jalan menemukan makam Kayafas abad pertama pada 1990 di lingkungan di tenggara Yerusalem. Makam itu berisi 12 osuarium —– satu ditandai dengan tanda Qayafa dan satunya lagi dihiasi dengan hiasan motif bunga, ditandai dengan nama Aram “Yehosef Bar Qayafa, ” atau “Joseph putra Kayafa” dalam bahasa Inggris.

Kayafas, yang disebutkan beberapa kali dalam Perjanjian Baru Kristen dan sejarah orang Yahudi dengan ditulis pada akhir abad mula-mula oleh Flavius?? Josephus, memimpin persidangan palsu atas Yesus karena penghujatan.

Setelah itu Yesus Kristus diserahkan kepada Gubernur Romawi Pontius Pilatus untuk dieksekusi, patuh Injil Matius. Eksekusi dilaporkan dikerjakan pada Jumat, 3 April 33 Masehi.