Gangguan Telekomunikasi Bukan Karena Sabotase

36277-sekretaris-daerah-provinsi-papua-dance-yulian-flassy-1

Suara.com – Pemerintah Provinsi Papua mengimbau masyarakat di wilayahnya tidak terprovokasi isu sabotase akibat terganggunya jaringan komunikasi akibat terputusnya kabel optik bawah laut Telkom di Perairan Sarmi.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Dance Yulian Flassy kepada Antara di Jayapura, Sabtu, mengatakan masalah internet, yakni terputusnya kabel optik bawah air sekitar 700 kilometer dari perairan Sarmi, merupakan kejadian yang memikat.

“Meski mengganggu komunikasi di Jayapura, wilayah selatan seperti Timika dan Asmat tidak terpengaruh,” kata Tari.

Dance menambahkan, Pemkot sedang membahas gangguan telekomunikasi yang dialami warga Jayapura dan Sarmi dengan Telkom.

Baca juga:
Kabel Bawah Laut Telkom Terputus, Layanan Telekomunikasi Papua Terganggu

“Kami berharap hal ini tidak mengganggu pelayanan publik bagi masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua untuk berkoordinasi dengan PT Telkom setempat agar bisa segera dicari solusinya.

“Jika jaringan komunikasi terputus atau terputus dalam waktu yang lama dapat mengganggu penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Sebelumnya, layanan telekomunikasi di Jayapura dan Sarmi dikabarkan telah terganggu sejak Jumat malam (30/4/2021) akibat terputusnya kabel bawah laut Telkom di dekat Sarmi.

Telkom dalam siaran persnya mengatakan, pihaknya berupaya menyediakan layanan melalui satelit alih-alih kabel bawah laut. Namun, pihak BUMN belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kabel bawah laut yang putus. [Antara]

Baca juga:
May Day Action di Kedubes AS, 15 Mahasiswa Papua Diangkut ke Polda Metro Jaya