Data Pengguna Hotel Melati Online Murus

Data Pengguna Hotel Melati Online Murus

VIVA   –  Sebuah kabar tak mengenakan menghampiri RedDoorz. Data pelanggan dibanding layanan penginapan murah itu dibobol oleh pihak tak bertanggung tanggungan.

Selain RedDoorz, kebocoran data juga   menimpa platform kurator e-commerce , Shopback. Pantauan VIVA Tekno , Minggu  27 September 2020, sejumlah pengguna dua servis itu menerima email mengenai kejadian tersebut.

Membaca juga:   Cara Mengatur WiFi Agar Anak Tidak Kecanduan Internet

Dalam email itu, pihak RedDoorz mengonfirmasi adanya akses tidak sah pada sistemnya. Termasuk mengakses keterangan personal pengguna.

“Kami percaya jika ada penyusupan dalam data. Jenis pelanggaran termasuk nama pelanggan, email, nomor telepon, petunjuk, dan rincian pemesanan, ” tulis email itu.

Bagian RedDoorz juga mengatakan, jika petunjuk mengenai keuangan termasuk informasi surat kredit dan password masih aman. Perusahaan itu juga menegaskan, mau melakukan investigasi lebih lanjut & melakukan review pada sistem datanya.

Tetapi dalam email itu RedDoorz tidak memberikan informasi detail pengguna sebab negara mana saja yang datanya berhasil dibobol. Perusahaan hanya membuktikan siap mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku di masing-masing negara terdampak.

“Kami juga menyiapkan tindakan sesuai dengan regulasi privasi data pada tiap pasar jika terjadi pelanggaran, ” lanjut pihak RedDoorz.

Shopback juga memberitahukan hal yang sama pada para penggunanya melalui email. Pihak agregator itu juga mengambil langsung melakukan pengamanan pada insiden tersebut.

“Kami menguatkan bahwa cashback dan kata sandi/password Kamu tetap aman dan terenkripsi. Saat ini,   tidak ada petunjuk yang menunjukkan bahwa terdapat bahan yang disalah-gunakan, namun kemungkinan tersebut tetap ada, ” ungkap pihak Shopback.

Nampaknya, perihal kebocoran data Shopback juga menimpa warga Singapura. Mengutip laman Straits Times, pihak otoritas setempat melayani investigasi atas pembobolan tersebut.

Juru bicara Komisi Perlindungan Data Pribadi Singapura mengonfirmasi, pihaknya sudah mengetahui soal insiden kebocoran data itu. “Investigasi masih berlaku, ” kata mereka.